TUBAN, dutaperistiwa.com – Kegiatan Moving RIG PDSI yang berjalan pada Senin dini hari (14/04/2025) sekira pukul 00.00 saat melintas di jalan poros Desa Banyurip turut wilayah Kecamatan Senori Kabupaten Tuban kembali dihadang dan dihentikan oleh puluhan pemuda dan warga masyarakat desa setempat serta pemuda dari Karang Taruna Desa Wonosari Kecamatan Senori Kabupaten Tuban. Penghadangan beberapa armada Angkutan Berat dilakukan oleh pemuda dan beberapa tokoh perwakilan dari warga tersebut merupakan bagian dari menindaklanjuti hasil keputusan musyawarah yang disepakati secara lisan oleh kedua belah pihak saat giat Moving sehari sebelumnnya.
Menurut keterangan salah satu perwakilan Warga dari Desa Banyurip sebut saja Kojek, “kemarin kita kan sudah sepakat dengan hasil keputusan musyawarah sama pihak Pertamina dan PDSI yang terlibat langsung adanya moving toh mas, mereka juga sepakat kalau Moving bisa dilanjutkan kalau dari pihak Managemen Pertamina maupun PDSI sudah mengadakan Sosialisasi dengan warga masyarakat yang berdampak langsung adanya kegiatan moving tersebut. Lha ini belum ada sosialisasi dari managemen sampai saat ini, ya tetpaksa harus kami hentikan dulu kegiatan ini sebagaimana kesepakatan yang sudah disepakati bersama kemarin, “tegas Kojek saat dikonfirmasi awak media Duta Peristiwa di lokasi penghadangan.
Sementara itu dari Pemuda Karang Taruna Desa Wonosari yang juga turut dalam aksi penghadangan tersebut melalui Paulus, Ketua Karang Taruna menjelaskan, ” kami tetap komitmen dengan hasil dari kesepakatan musyasarah kemarin, walaupun hanya sebatas keputusan secara lisan, menurut kami keputusan itu sudah cukup mengikat. Sosialisasi terbuka antara pihak Pertamina kepada warga masyarakat yang berdampak harus dilaksanakan lenih dulu baru nanti kegiatan moving bisa dilanjutkan, “tegas Paulus kepada awak media ini.
Disisi lain dari pihak pertamina EP melalui Divisi Keamanan Pengawalan Kegiatan Moving di lapangan, A. Rokhmad menjelaskan, ” kita sudah berusaha meminta permisi kepada warga dan pemuda setempat agar armada bisa lewat, namun dari warga tetap bersikukuh pada kesepakatan keputusan musyawarah kemarin dan ini sudah bukan ranah kami untuk memutuskan tuntutan warga. Kami hanya bertugas mengamankan, selebihnya nanti biar managemen Perusahaan yang menentukan dan memutuskan.”ucapnya.
Berbagai Narasi terbangun dalam kerangka cara berfikir warga dan banyak pemuda yang notabene tempat tinggalnya atau wilayahnya berdampak langsung terhadap adanya kegiatan moving. Betapa tidak, proyek sebesar itu yang melibatkan berbagai macam jenis Truck Trailer yang bermuatan Alat berat melintas jalan keluar masuk kampung desa yang secara langsung menimbulkan banyak gangguan kenyamanan dan keamanan dan tidak layaknya jenis bahu jalan tanpa ada koordinasi dan sosislisasi dari pihak terkait dengan masyarakat wilayah setempat, ditambah lagi kondisi jalan yang sempit dan berlubang menjadikan sebagian warga masyarakat kecewa hingga di lberhentikannya kegiatan moving tersebut. (Marlik)






