BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Ratusan warga memadati Lapangan Pendem Desa Tembeling, Kasiman, Bojonegoro, sejak pagi hari ini, Jum’at Pahing (30/05/2025) untuk menyaksikan perhelatan akbar Sedekah Bumi. Acara tahunan yang digelar setiap Jum’at Pahing di bulan Dzulhijjah (besar-jawa/red) ini menghadirkan bintang tamu spesial lawak Cak Jolang asal Rembang serta seni Campursari Bintang Kelana dari Bojonegoro, sebagai wujud syukur atas hasil bumi.
Rangkaian Acara Penuh Makna
Kegiatan dibuka pukul 09.00 WIB dengan prosesi adat dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tembeling, H. Mulazim. Dalam sambutannya, Mulazim menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar hiburan, melainkan ritus sakral untuk menjaga harmoni warga dengan alam.
“Ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga. Sedekah Bumi mengingatkan kita untuk bersyukur dan merawat bumi yang memberi kehidupan,” ujar H. Mulazim di hadapan warga.
Hiburan Spektakuler dari Kearifan Lokal
Puncak acara diisi tiga pertunjukan istimewa:
1. Wayang Kulit oleh maestro dalang Ki Nyarimin Anom Rahayu dari Bojonegoro, yang tampil setelah acara kirim do’a dengan penuh pesan kearifan lokal.
2. Campursari dari grup Bintang Kelana asal Bojonegoro yang membawakan lagu-lagu terkini dengan sentuhan gamelan, yang tampil malam hari sebelum Wayang sesi kedua.
3. Penampilan Jolang – lawak asal Rembang – yang sukses memecah tawa penonton dengan guyonan segar bertema keseharian warga desa.
Antusiasme Warga dan Pesan Kebersamaan
Eko, warga Desa Tembeling, mengaku tak ingin melewatkan momen istimewa ini. “Sejak pagi, keluarga saya sudah siap di lapangan Pendem. Hiburan seperti ini langka, apalagi ada Jolang yang lucu dan Ki Nyarimin, dalang yang sangat terkenal disini,” tuturnya dengan semangat.
Ratusan ambeng makanan dan aneka jajanan direbutkan oleh ratusan warga, dan momen ini menegaskan semangat berbagi dalam tradisi Sedekah Bumi. Acara dijadwalkan berlangsung hingga dini hari, dengan pengunjung yang diperkirakan mencapai ratusan orang.
Penutup: Merawat Tradisi, Memupuk Identitas
Gelaran Sedekah Bumi Desa Tembeling Kasiman menjadi bukti hidupnya budaya lokal di tengah modernisasi. Kolaborasi seniman lintas daerah seperti Jolang, Ki Nyarimin, dan Bintang Kelana tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat jaringan kebudayaan antarkomunitas.
“Ini adalah pesta rakyat sepenuh hati. Semoga tahun depan lebih meriah lagi!” pungkas H. Mulazim sebelum membuka resmi rangkaian pertunjukan.
Pewarta : Goen






