Panen Perdana Pepaya di Pekarangan Pangan Bergizi Desa Kendung, Bojonegoro Tunjukkan Ketahanan Pangan Mandiri

BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang berada di RT.005 RW.002 Desa Kendung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, sukses gelar panen perdana pepaya pada Jumat (18/07/2025). Lahan seluas 4.700 m² yang diinisiasi warga ini tak hanya memproduksi dua varietas unggulan pepaya—California dan Thailand—melainkan juga mengoptimalkan lahan dengan tanaman cabai di sela-selanya, memperkuat konsep ketahanan pangan berkelanjutan.

Kepala Desa Kendung, Pujiono, menyatakan kebanggaannya atas capaian ini. “P2B adalah bukti nyata sinergi warga mengubah lahan tidur menjadi sumber pangan bergizi. Pepaya dan cabai dipilih karena nilai ekonominya tinggi dan perawatannya relatif mudah. Hasilnya akan didistribusikan ke warga, terutama kelompok rentan, sekaligus dijual untuk pemasukan desa,” ujarnya saat mendampingi awak media di lokasi P2B.

Iklil, salah seorang wartawan Duta Cyber Media yang turut mengunjungi lahan, bahkan berkesempatan mencicipi langsung pepaya jenis California yang baru dipetik. “Rasanya sangat manis, segar, dan dagingnya tebal. Ini membuktikan bahwa pengelolaan P2B dilakukan secara serius. Pepaya California di sini benar-benar berkualitas,” ungkapnya antusias.

BACA JUGA  Zainudin, Pemuda Asal Desa Temu Kanor Penerima Penghargaan dari Bupati Berharap Para Pemuda Turut Kembangkan Pertanian di Bojonegoro

Keberhasilan P2B Desa Kendung tak lepas dari pola tanam tumpang sari yang efisien. Selain pepaya yang ditanam dengan jarak ideal, cabai tumbuh subur di antara pohon pepaya, memaksimalkan hasil tanpa perlu lahan tambahan. Masyarakat juga mendapat pendampingan teknis dari penyuluh pertanian terkait pemupukan organik dan pengendalian hama.

BACA JUGA  Gerakkan Ekonomi dan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan 415 Kolam Lele untuk Warga

Kedepannya, Pujiono berencana mengembangkan P2B dengan menambah varietas tanaman bernilai jual seperti sayuran organik dan empon-empon. “Ini baru awal. Kami ingin P2B menjadi model desa mandiri pangan yang bisa menginspirasi wilayah lain,”  tegasnya. Harapannya, inovasi ini tak hanya mencukupi kebutuhan gizi warga tetapi juga mendongkrak ekonomi desa secara berkelanjutan.

BACA JUGA  1.300 Paket Sembako Murah Diserbu Warga, Wali Kota Malang Turun Langsung Bantu Lansia

Pewarta : Goen

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights