Ratusan Warga Empat Pekon di Kelumbayan Terisolasi Akibat Banjir Bandang

TANGGAMUS, dutaperistiwa.com – Ratusan warga di empat pekon di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, terisolasi setelah banjir bandang merendam pemukiman mereka pada Minggu (07/12/2025). Selain merendam rumah warga, banjir juga menghanyutkan jembatan darurat di Way Negeri, sementara ketinggian air terus meningkat di sejumlah titik.

Di Dusun Suka Agung, Pekon Napal, tinggi air bahkan mencapai dua meter dan memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Camat Kelumbayan, Derius Putrawan, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa banjir diperparah oleh longsor yang menutup ruas Jalan Provinsi Kiluan–Negeri Kelumbayan di kawasan Pegadungan.

“Selain itu, sebuah pohon besar tumbang dan melintang di badan jalan sehingga kendaraan sama sekali tidak bisa melintas,” ujar Derius.

Diterjang Tiga Aliran Sungai Besar

Menurut Derius, banjir bandang berasal dari tiga aliran sungai besar: Way Negeri, Way Napal, dan Way Paku. Dampaknya meluas hingga ke tujuh pekon.

1. Way Negeri

  • 20 rumah terendam di Dusun Pantai Harapan, Pekon Penyandingan
  • 20 rumah di Dusun Negeri Induk, Batu Suluh, Pekon Negeri Kelumbayan
  • 40 rumah dan 20 hektare sawah di Pekon Susuk

2. Way Napal

  • 60 rumah
  • Dua sekolah dasar terendam di Pekon Napal

3. Way Paku

  • 15 rumah dan lima hektare sawah di Pekon Paku
  • Tujuh rumah dan tiga hektare sawah di Pekon Unggak

“Banjir ini juga menghanyutkan jembatan darurat di Way Negeri, padahal jembatan utama sedang dalam perbaikan. Dampaknya, warga di empat pekon yakni Negeri, Susuk, Penyandingan Induk, dan Unggak kini benar-benar terisolasi,” jelas Derius.

Evakuasi Dramatis: Balita Dioper dari Satu Warga ke Warga Lain

Situasi paling mengkhawatirkan terjadi di Pekon Napal. Sejumlah warga, termasuk balita dan lansia, terjebak banjir yang tiba-tiba naik. Proses evakuasi dilakukan secara tradisional menggunakan tali dan pagar manusia.

Balita diangkat dari satu warga ke warga lain yang berbaris membentuk jalur evakuasi hingga mencapai lokasi aman. Tangisan anak-anak bercampur dengan suara warga yang berupaya menenangkan mereka.

Seorang ibu muda tak mampu menahan tangis saat bayinya berhasil diselamatkan.

“Alhamdulillah anak saya selamat, meski rumah kami terendam,” ujarnya haru.

Hingga Minggu dini hari, debit air kembali meningkat. Kondisi ini menambah kepanikan warga, terutama di Suka Agung, di mana ketinggian air mencapai dua meter.

Posko Kesehatan Disiagakan, Jalan Longsor dan Jembatan Akan Ditangani

Pihak kecamatan bersama unsur muspika telah menyiagakan posko kesehatan di Puskesmas Kelumbayan dan terus melakukan pemantauan di titik-titik terdampak.

Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung yang turun langsung ke lokasi berjanji segera menangani jalan yang tertutup longsor di Pegadungan serta membangun kembali jembatan darurat di Way Negeri.

Hingga berita ini diterbitkan, hujan deras masih mengguyur wilayah Kelumbayan. Warga diminta tetap waspada karena potensi banjir dan longsor susulan masih mengancam wilayah tersebut. (Tohir)

BACA JUGA  Warga Desa Donan Keluhkan Pekerjaan RTLH yang Dianggap Kurang Maksimal
error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights