Puluhan Wali Murid Geruduk SPPG Desa Sambeng, Menu MBG dan Dugaan Limbah Dapur Jadi Sorotan

Puluhan Ibu-ibu saat menggeruduk SPPG Sambeng

BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Puluhan ibu-ibu yang merupakan wali murid penerima manfaat mendatangi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sambeng yang bermitra dengan Yayasan Hajjah Kartini Mulya. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait menu makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta minimnya komunikasi antara pengelola dengan komunitas wali murid, Senin (16/03/2026).

Aksi tersebut dipicu oleh sejumlah keluhan terkait menu makanan yang diberikan kepada anak-anak. Para wali murid menilai informasi mengenai menu dan kandungan gizi dalam program MBG masih kurang transparan.

Puluhan Ibu-ibu saat menggeruduk SPPG Sambeng

Perwakilan mitra SPPG di lokasi, Machfud, saat memberikan keterangan kepada awak media menjelaskan bahwa mekanisme distribusi makanan selama bulan Ramadhan memang berbeda dibanding hari biasa.

Menurutnya, selama bulan Ramadhan menu yang dibagikan berupa menu kering sehingga sistem distribusi dilakukan dua hari sekali.

Ibu Akin (berbaju putih, perwakilan ibu ibu peserta aksi) saat menyampaikan aspirasinya di depan Ibu Ayu (Ahli Gizi SPPG Sambeng)

“Untuk bulan Ramadhan ini karena menu yang dibagikan berupa menu kering, maka distribusinya kami lakukan dua hari sekali,” jelas Machfud kepada sejumlah awak media.

Ia menambahkan bahwa pola distribusi di setiap SPPG tidak selalu sama. Perbedaan mekanisme tersebut terkadang memunculkan anggapan di masyarakat bahwa terjadi perbedaan perlakuan antar lokasi.

Selain memberikan penjelasan terkait distribusi MBG, Machfud juga menunjukkan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dimiliki SPPG kepada awak media yang hadir di lokasi.

Menurutnya, limbah air dari aktivitas dapur terlebih dahulu diolah melalui sistem serapan IPAL sebelum dialirkan menuju saluran pembuangan.

Tempat cuci di dapur SPPG Sambeng

“Setelah dilakukan serapan melalui IPAL, air sisa yang sudah bersih ini kemudian mengalir ke selokan atau drainase di jalan,” terangnya.

Saat ditanya lebih lanjut oleh awak media apakah air tersebut memang dialirkan menuju selokan di jalan raya, Machfud membenarkan hal tersebut.

“Ya, memang setelah melalui proses serapan di IPAL, air tersebut mengalir ke selokan yang ada di jalan raya,” ujarnya.

Sementara itu, puluhan ibu-ibu yang datang dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa tujuan mereka bukan untuk memprotes secara berlebihan, melainkan meminta adanya komunikasi yang lebih terbuka antara pihak pengelola SPPG dengan komunitas wali murid penerima manfaat.

Mereka berharap pihak pengelola dapat memberikan penjelasan lebih jelas terkait menu makanan maupun kandungan gizi yang diberikan kepada anak-anak.

Salah satu wali murid, Bu Akin, mengatakan bahwa momen libur sekolah saat ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pihak SPPG untuk melakukan evaluasi.

“Kami berharap mumpung sedang liburan ini, pihak SPPG bisa melakukan evaluasi. Ke depan kami ingin ada komunikasi yang lebih baik dengan komunitas wali murid penerima manfaat, termasuk terkait menu dan kandungan gizinya,” ungkapnya kepada awak media.

Selain persoalan menu, seorang warga Desa Sambeng yang enggan disebutkan namanya juga menyoroti persoalan limbah dari aktivitas dapur SPPG. Ia menilai kapasitas IPAL yang ada diduga tidak sebanding dengan jumlah produksi makanan yang mencapai sekitar 3.200 porsi setiap hari.

“Dengan kapasitas produksi sebesar itu, kami khawatir IPAL yang ada tidak sesuai dengan kapasitas dapur yang mengcover sekitar 3.200 porsi setiap harinya,” ujarnya.

Warga pun berharap koordinator SPPG maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro dapat turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar ke depan pengelolaan SPPG dapat berjalan lebih baik, baik dari sisi pelayanan kepada penerima manfaat maupun dari aspek pengelolaan lingkungan. (Goen) 

BACA JUGA  Penilaian "Lomba Aku Hatinya PKK" Tingkat Kabupaten Blora Desa Karangjong
error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights