Tradisi Sedekah Bumi Desa Srigading Blora Berlangsung Meriah, Warga Jaga Kearifan Lokal

BLORA, dutaperistiwa.com – Tradisi sedekah bumi di Desa Srigading, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, kembali digelar dengan penuh khidmat dan kemeriahan pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di dua dukuh, yakni Dukuh Plosorejo dan Dukuh Srigading, sebagai wujud syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus menjaga warisan budaya leluhur.

Sebelum prosesi hajat dimulai, seluruh warga terlebih dahulu melaksanakan ritual dengan membakar berbagai perlengkapan seperti belerang, kemenyan, garam, serta kembang mbureh. Tradisi ini diyakini sebagai bentuk doa dan harapan agar segala keinginan masyarakat dapat terwujud.

Di Dukuh Plosorejo, sedekah bumi dipusatkan di Sendang Brumbung. Antusiasme warga yang tinggi membuat lokasi penuh sesak hingga meluber ke badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas sempat tersendat. Namun demikian, kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena prosesi doa bersama berjalan dengan cepat dan tertib.

“Semenjak dulu, sedekah bumi di Sendang Brumbung memang selalu sampai ke jalan. Pengguna jalan pun sudah memahami tradisi ini,” ujar salah satu warga setempat.

Sementara itu, di Dukuh Srigading, kegiatan dipusatkan di Sendang Pengantin. Ritual serupa juga dilakukan dengan membakar jerami, kemenyan, garam, dan kembang mbureh sebelum doa bersama digelar. Suasana semakin meriah saat tiga gunungan hasil bumi diperebutkan warga bahkan sebelum doa selesai. Aksi lempar-lemparan nasi pun tak terhindarkan, menambah semarak kebersamaan.

Kepercayaan masyarakat terhadap Sendang Pengantin juga masih terjaga hingga kini. Konon, bagi pasangan yang akan menikah, diwajibkan mandi di sendang tersebut sebelum melangsungkan ijab kabul.

Kepala Desa Srigading, Suratman, membenarkan bahwa tradisi ritual tersebut sudah berlangsung turun-temurun. “Tidak hanya saat sedekah bumi, tetapi juga untuk prosesi pernikahan, calon pengantin biasanya mandi terlebih dahulu di sendang sebelum ijab kabul,” jelasnya.

Ia berharap, melalui pelaksanaan sedekah bumi ini, masyarakat Desa Srigading senantiasa diberikan kesehatan, rezeki yang melimpah, serta hasil panen yang baik, mulai dari padi, jagung, ketela hingga tebu.

“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga,” tambahnya.

Salah satu perangkat desa juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, sedekah bumi tidak lagi disertai hiburan. Hal ini dikarenakan pengalaman sebelumnya, di mana setelah adanya hiburan, masyarakat mengalami pagebluk atau wabah penyakit.

“Sejak kejadian itu, pemerintah desa memutuskan untuk tidak mengadakan hiburan dalam sedekah bumi, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan warga,” tegasnya.

Dengan tetap mempertahankan tradisi leluhur tanpa meninggalkan nilai kebersamaan, sedekah bumi Desa Srigading menjadi bukti kuatnya kearifan lokal yang terus dijaga dari generasi ke generasi. (Jon)

BACA JUGA  Diskusi Publik Penjara Cermin Hukum Negara : Undang-undang dan Sistemnya Harus Diganti
error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights