TUBAN I DUTA PERISTIWA – Menghadapi ancaman musim kemarau yang diprediksi semakin panjang akibat fenomena El Nino, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo terus memperkuat langkah antisipasi melalui kegiatan patroli gabungan dan edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (13/6/2026) di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bate tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), LMDH Kaligede Bangkit, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), hingga tokoh pemuda Desa Kaligede, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban.
Sinergi lintas elemen ini menjadi wujud nyata komitmen bersama antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan dalam menjaga kelestarian sumber daya alam sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan kawasan hutan.
Patroli difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan terhadap aksi pencurian kayu, perambahan kawasan hutan, hingga potensi munculnya titik api akibat cuaca ekstrem yang semakin kering. Petugas juga melakukan pengecekan kondisi tegakan hutan serta akses jalan di dalam kawasan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan yang dapat mengancam kelestarian hutan.
Tak hanya patroli, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan. Warga diimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau berlangsung.
Administratur KPH Jatirogo melalui Asper BKPH Bate, Didi Triarsa, menegaskan bahwa patroli gabungan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pengamanan hutan berbasis partisipasi masyarakat.
“Patroli bersama ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi bentuk komitmen kita bersama dalam menjaga hutan dari gangguan keamanan dan ancaman kebakaran. Kami berharap masyarakat semakin peduli dan aktif dalam pengawasan di lapangan,” ujar Didi Triarsa.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak cuaca ekstrem akibat El Nino harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, keberhasilan pencegahan kebakaran hutan sangat bergantung pada tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Sementara itu, tokoh pemuda Desa Kaligede, Kasmiran, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam patroli lapangan menjadi sarana edukasi sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton. Dengan ikut patroli seperti ini, kami jadi lebih paham pentingnya menjaga hutan agar tetap lestari untuk generasi mendatang,” ungkap Kasmiran.
Di sisi lain, Ketua LMDH Kaligede Bangkit, Juwanto, menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi bersama Perhutani dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan kawasan hutan.
“Kami dari LMDH siap mendukung penuh upaya Perhutani dalam menjaga hutan. Kerja sama ini harus terus diperkuat agar kawasan hutan tetap aman, lestari, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tegas Juwanto.
Melalui kegiatan patroli gabungan ini, Perhutani berharap terbangun budaya gotong royong dan kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian hutan. Selain meningkatkan keamanan kawasan, kegiatan tersebut juga menjadi media edukasi yang efektif bagi masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan selama musim kemarau. (Marlik)






