REMBANG | DUTA PERISTIWA – Menghadapi puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo menggelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Karhutla di Petak 95 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gato, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tawaran, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Administratur KPH Kebonharjo, Yohanes Eka Cahyadi, dan dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kenduruan, perwakilan Cabang Dinas Kehutanan I Jawa Tengah, Dinas Damkarmat Kabupaten Tuban, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti kuatnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian kawasan hutan dari ancaman kebakaran.
Apel siaga tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi potensi karhutla, sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran. Selain itu, dilakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Dalam amanatnya, Administratur KPH Kebonharjo Yohanes Eka Cahyadi menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian hutan tidak dapat dilakukan oleh Perhutani semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Hutan adalah aset negara yang harus kita jaga bersama. Menghadapi potensi karhutla di musim kemarau ini, kesiapsiagaan personel dan kelayakan peralatan adalah kunci utama. Sinergi dengan TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat sekitar hutan sangat krusial agar pencegahan dan penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” tegas Yohanes.
Sebagai langkah preventif, Perhutani KPH Kebonharjo terus meningkatkan intensitas patroli di titik-titik rawan kebakaran, terutama di kawasan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga. Selain itu, masyarakat sekitar hutan juga diberikan edukasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api, seperti membuang puntung rokok sembarangan.
Sementara itu, Camat Kenduruan, Dhasar, S.E., mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan lestari.
Menurutnya, kebakaran hutan tidak hanya merusak ekosistem dan menghilangkan keanekaragaman hayati, tetapi juga menimbulkan pencemaran udara akibat kabut asap, mengganggu kesehatan masyarakat, mempercepat pemanasan global, hingga berpotensi memicu bencana lanjutan seperti banjir dan tanah longsor.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti simulasi pemadaman kebakaran hutan yang melibatkan petugas gabungan. Simulasi tersebut juga disertai pemeriksaan peralatan pemadam, baik alat tradisional maupun mesin pompa air, guna memastikan seluruh perlengkapan berada dalam kondisi siap pakai apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, Perhutani KPH Kebonharjo berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat semakin kuat sehingga potensi kebakaran hutan selama musim kemarau dapat dicegah sejak dini. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan sebagai aset negara sekaligus penyangga kehidupan masyarakat.
Reporter : Gunaidik
Sumber : Komper Perhutani KPH Kebonbarjo
Views: 0






