Pemkot Cilegon Berguru ke Kota Malang, Pelajari Strategi Sukses Dongkrak PAD hingga Tembus Rp1,1 Triliun

MALANG I DUTA PERISTIWA – Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga menembus angka lebih dari Rp1,1 triliun pada tahun 2025 menjadi magnet bagi daerah lain. Salah satunya Pemerintah Kota Cilegon yang melakukan kunjungan kerja sekaligus menjalin kerja sama strategis dengan Pemkot Malang, Jumat (10/7/2026).

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar, diterima Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran kepala perangkat daerah di Ruang Sidang Balai Kota Malang. Dalam kesempatan tersebut, kedua pemerintah daerah juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup pengelolaan pajak daerah, digitalisasi pelayanan publik, serta strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengaku bangga dan mengapresiasi dipilihnya Kota Malang sebagai tujuan studi tiru oleh Pemkot Cilegon. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa berbagai inovasi yang dilakukan Pemkot Malang mulai mendapat pengakuan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi Kota Malang karena Pemerintah Kota Cilegon datang untuk melihat secara langsung strategi yang kami lakukan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Kami berharap kunjungan ini membawa manfaat bagi kedua daerah melalui pertukaran pengalaman dan inovasi,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, kerja sama dengan Kota Cilegon merupakan kolaborasi antardaerah kesembilan yang berhasil dijalin Pemkot Malang. Sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

Menurut Wahyu, keberhasilan meningkatkan PAD tidak diraih dalam waktu singkat, melainkan melalui proses pembenahan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Pemkot Malang, lanjutnya, terus memperkuat digitalisasi pelayanan perpajakan, meningkatkan pengawasan terhadap objek pajak, memperluas basis wajib pajak, hingga mengoptimalkan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

“Kami ingin berbagi pengalaman mengenai tata kelola pendapatan daerah. Namun di sisi lain, kami juga ingin belajar dari Kota Cilegon yang memiliki karakteristik sebagai kota industri dan wilayah pesisir. Sementara Kota Malang memiliki potensi berbeda. Karena itu kerja sama ini menjadi momentum untuk saling melengkapi,” jelasnya.

Dalam forum tersebut dipaparkan capaian kinerja pendapatan daerah Kota Malang yang menunjukkan tren sangat positif. Pada tahun 2025, total pendapatan daerah berhasil mencapai Rp2,542 triliun atau 101,15 persen dari target APBD.

Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencatatkan prestasi membanggakan dengan realisasi sebesar Rp1.107.590.236.246, atau 105,40 persen dari target yang telah ditetapkan.

Tren kenaikan PAD Kota Malang juga terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, PAD tercatat sekitar Rp603,7 miliar, meningkat menjadi Rp718,3 miliar pada 2022, kemudian Rp792,1 miliar pada 2023, naik menjadi Rp885,3 miliar pada 2024, hingga akhirnya melampaui Rp1,107 triliun pada 2025.

Sementara itu, hingga 7 Juli 2026, realisasi PAD Kota Malang telah mencapai sekitar Rp506,23 miliar, atau 47,63 persen dari target tahun berjalan.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa strategi optimalisasi pendapatan yang diterapkan Pemkot Malang mampu memberikan hasil nyata. Tak heran jika keberhasilan tersebut kini menjadi rujukan berbagai pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas fiskal dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pewarta : Yuni Ektanta

Editor : Redaksi

Views: 0

BACA JUGA  Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Sidak Lapak Hewan Kurban, Pastikan Ternak Sehat dan Layak Konsumsi
error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights