TUBAN | DUTA PERISTIWA – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo terus memperkuat upaya menjaga kelestarian kawasan hutan melalui pendekatan komunikasi sosial yang melibatkan berbagai pihak. Bersama Polsek Senori, Pemerintah Desa Kaligede, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kaligede Bangkit, Perhutani menggelar patroli terpadu sekaligus komunikasi sosial preventif di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kaligede, BKPH Bate, Kabupaten Tuban, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan langkah antisipatif menghadapi meningkatnya potensi gangguan keamanan hutan (gukamhut) menjelang musim kemarau, seperti pencurian kayu, perburuan satwa liar, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain melakukan patroli di kawasan hutan, petugas juga berdialog langsung dengan para pesanggem atau petani penggarap lahan hutan. Dalam kesempatan itu, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan, mematuhi aturan pemanfaatan kawasan hutan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak hutan, seperti pembalakan liar (illegal logging), perburuan satwa liar yang dilindungi, maupun pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diajak segera melaporkan kepada Perhutani maupun aparat kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan kawasan hutan.
Mewakili Administratur Perhutani KPH Jatirogo, Kepala BKPH Bate, Didi Triarsa, menegaskan bahwa komunikasi sosial menjadi salah satu strategi utama dalam membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan.
“Keamanan hutan tidak dapat bertumpu pada Perhutani semata. Dibutuhkan sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, LMDH, dan masyarakat, khususnya para pesanggem yang sehari-hari menggantungkan mata pencaharian dari kawasan hutan. Semakin baik komunikasi yang terjalin, semakin kuat pula upaya pencegahan terhadap gangguan keamanan hutan maupun kebakaran hutan dan lahan,” ujar Didi.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Senori, Aiptu Ahmadi, menegaskan komitmen Polri dalam mendukung pengamanan kawasan hutan sebagai aset negara.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Kami mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau potensi pelanggaran hukum di kawasan hutan. Sinergi antara Perhutani, Polri, pemerintah desa, LMDH, dan masyarakat merupakan kunci utama untuk mewujudkan kawasan hutan yang aman, tertib, dan lestari,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Kaligede, Suprapto, yang menilai kolaborasi lintas sektor tersebut sangat penting dalam menjaga keberlangsungan fungsi hutan bagi masyarakat.
Menurutnya, hutan bukan hanya menjadi sumber mata pencaharian warga, tetapi juga memiliki fungsi vital sebagai penyedia sumber air serta penyangga keseimbangan lingkungan.
“Kami siap mendukung setiap langkah Perhutani dan Polsek Senori dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Pemerintah Desa Kaligede akan terus mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian hutan dan tidak melakukan aktivitas yang melanggar hukum. Dengan kebersamaan, kami optimistis kawasan hutan di Kaligede akan tetap aman, lestari, dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” ungkap Suprapto.
Melalui penguatan komunikasi sosial yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, Perhutani KPH Jatirogo berharap sinergi dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan semakin solid. Langkah mitigasi sejak dini tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mempertahankan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat sekitar hutan serta generasi mendatang.
Pewarta : Sumarlik
Editor : Redaksi
Views: 0






