BPJS Kesehatan Cabang Malang Gandeng DPR RI Sosialisasikan Layanan Digital dan Pencegahan Stunting

MALANG I DUTA PERISTIWA – BPJS Kesehatan Cabang Malang bersama dr. Gamal Albinsaid menggelar kegiatan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman terkait hak, kewajiban, serta kemudahan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di era digital.

Kegiatan ini bertujuan mendorong masyarakat agar lebih optimal memanfaatkan layanan digital, khususnya melalui aplikasi Mobile JKN, sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien tanpa harus antre di kantor BPJS.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Malang, Hernina Agustin Arifin, menegaskan bahwa saat ini sebagian besar layanan administrasi telah bertransformasi ke sistem digital.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Malang, Hernina Agustin Arifin bersama dr. Gamal Albinsaid anggota Komisi IX DPR-RI dari F-PKS

“Sekarang sekitar 85 persen layanan administrasi BPJS sudah bisa diakses melalui Mobile JKN. Jadi masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor, cukup dari rumah,” ujarnya.

Ia juga mengimbau peserta untuk aktif memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia di aplikasi tersebut, di antaranya:

  • Pendaftaran dan Perubahan Data: Mengganti fasilitas kesehatan, nomor HP, hingga alamat tanpa harus datang langsung.
  • Cek Status Kepesertaan: Memastikan kartu dalam kondisi aktif sebelum berobat.
  • Antrean Online: Mendaftar layanan di faskes tingkat pertama maupun rumah sakit.
  • Informasi Iuran: Mengecek tagihan dan riwayat pembayaran bagi peserta mandiri.

“Jangan sampai peserta datang ke fasilitas kesehatan tapi kartunya nonaktif. Lewat Mobile JKN semua bisa dicek dari rumah. Ini untuk mempermudah sekaligus memangkas antrean,” tegas Hernina, wanita asli Surabaya tersebut.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, dr. Gamal Albinsaid turut memberikan edukasi penting terkait kesehatan keluarga, khususnya dalam upaya pencegahan stunting.

Dr. Gamal Albinsaid anggota Komisi IX DPR-RI dari F-PKS

Ia menekankan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

“Stunting itu bukan hanya karena kurang makan, tapi juga dipengaruhi kurangnya edukasi gizi, sanitasi yang buruk, serta keterlambatan penanganan. Jika diperbaiki sejak masa kehamilan, hasilnya akan sangat berbeda,” jelasnya.

Tak hanya itu, dr. Gamal juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan dasar di lingkungan sekitar.

“Periksa kehamilan minimal enam kali, timbang balita setiap bulan, dan jangan ragu bertanya kepada bidan. Pelayanan puskesmas di Kota Malang sudah sangat baik, manfaatkan sebaik mungkin,” pesannya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya akses layanan kesehatan yang mudah dan cepat, sekaligus berperan aktif dalam upaya menurunkan angka stunting.

Dengan sinergi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, dan masyarakat, Kota Malang diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa mendatang.

Reporter : Yuni Ektanta

Editor : Redaksi

Views: 3

BACA JUGA  Ratusan Mahasiswa UB Gelar KKNT di Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Dorong Inovasi Pembangunan Desa
Verified by MonsterInsights