TUBAN, dutaperistiwa.com – Melalui sebuah cerminan demokrasi model kardus dan di tengah guyuran derasnya hujan, namun itu tidak menyulutkan langkah para pemuda di Desa Wonosari Kecamatan Senori Kabupaten Tuban untuk menggelar proses reorganisasi Karang Taruna Giri Wana Jati, pada hari Rabu (13/12/2023).
Tak kurang dari 136 pemuda dari ketiga dusun di Desa Wonosari tampak antusias mengikuti jalannya proses pemilihan ketua Karang Taruna di desanya. Selain para pemuda, tampak hadir Kepala Desa Wonosari serta beberapa tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk mensupport kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (13/12/2022) malam ini.
Sebelum proses pemilihan dimulai, Kepala Desa Wonosari menyampaikan dalam sambutannya bahwa siapapun yang terpilih nanti harus bisa membawa para pemuda di desa ini agar bisa bersatu dan kompak dengan kelembagaan atau organisasi kemasyarakatan yang lain untuk bersama-sama membangun Desa Wonosari.
“Siapapun yang terpilih nanti saya berharap bisa membawa para pemuda di desa ini agar bisa bersatu dan kompak serta bekerjasama dengan kelembagaan atau organisasi kemasyarakatan yang lain untuk bersama-sama membangun Desa Wonosari tercinta ini. Selain itu Karang Taruna juga harus aktif dan menjadi pelopor dengan banyak melahirkan inovasi dan menjadi garda terdepan dalam pembangunan desa. Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh. ” Pungkas kades dalam sambutannya.
Dalam proses pelaksanaan pemilihan Karang Taruna di Desa Wonosari yang merupakan salah satu desa Ring 1 dengan proyek PT Pertamina EP Cepu di Distrik Kawengan ini tetap berjalan dengan penuh demokrasi serta jujur dan rahasia meski menggunakan alat seadanya dan dilakukan dengan model voting tertutup.
“Karena banyaknya pemuda yang hadir dan ini membuktikan antusiasme pemuda disini yang menaruh harapan besar kepada ketua terpilih nanti agar mampu membawa Karang Taruna ke depan lebih baik lagi, dan tadi panitia bersama peserta telah sepakat untuk menggunakan sistem voting dengan cara coblosan tertutup. Meski dengan alat sederhana, dengan bilik dari kardus, tapi ini tidak mengurangi proses demokrasi yang ada. ” Ucap Edi, ketua panitia saat diwawancarai wartawan dutaperistiwa.com di sela-sela proses pemilihan.
Setelah proses penghitungan, Paulus akhirnya dinyatakan terpilih sebagai ketua setelah mendapatkan 80% dukungan suara dan berhasil mengungguli 2 calon lainnya.
Dalam sambutan pertamanya usai terpilih sebagai ketua, Paulus mengatakan, “sesuai visi dan misi saya dan dengan semboyan Aditya Karya Mahatva Yodha, saya akan bekerja keras agar para pemuda disini selalu mendapatkan peluang pekerjaan disini, karena kita disini termasuk ring 1 dengan proyek Pertamina. Untuk itu saya mohon dukungan dari semua pihak agar saya bisa merealisasikan itu semua sehingga bisa meminimalisir atau mengurangi angka pengangguran di desa.” Pungkasnya.
Sebelum sesi penutupan, tampak dari ketiga calon semuanya saling berjabat tangan dan berangkulan serta bersepakat untuk selalu bergandengan tangan untuk kemajuan dan pembangunan Desa Wonosari.
“Inilah kita, inilah demokrasi, menang dan kalah dalam pemilihan adalah suatu hal yang lumrah, kita sebagai pemuda harus tetap bisa menjaga kerukunan dan ketentraman serta kondusifitas desa mas. ” Ucap kedua calon yang kalah dalam pemilihan, didampingi ketua terpilih.
Dari cerminan proses demokrasi di Desa Wonosari ini, seandainya para tokoh-tokoh besar khususnya para calon penyelenggara pemerintahan baik yang ada di kabupaten, provinsi maupun pusat, untuk bisa menjalankan rotasi demokrasi dengan jujur dan adil tanpa harus ada tradisi saling menjatuhkan satu dengan yang lain, kemungkinan akan mampu membentuk kultur masyarakat Indonesia yang tentram dan damai dengan tetap menjunjung tinggi Pancasila dan mempertahankan nilai-nilai luhur kemanusiaan yang adil dan beradab seperti demokrasi kardus yang jujur dan adil. (Marlik)






