BLORA, dutaperistiwa.com – Puskesmas Medang, Blora, meluncurkan program inovasi terbaru bernama “Juminten Jelita” (Jumantik Enten Jentik Langsung Tebar Abate). Program ini dirancang untuk memperkuat pemberantasan sarang nyamuk, khususnya Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan pendekatan yang lebih proaktif dan langsung di lapangan.
Kepala Puskesmas Medang, Sulistyaningsih, S.Kep, Ners, menekankan pentingnya inovasi ini dalam upaya pencegahan DBD. “Juminten Jelita adalah terobosan kami untuk menjawab tantangan peningkatan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Medang. Program ini mengintegrasikan peran kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dengan tindakan nyata penebaran abate secara langsung saat menemukan jentik,” jelas Sulistyaningsih dalam keterangan resminya, Selasa (03/06/2025).
Mekanisme Kerja Juminten Jelita:
1. Pemantauan (Enten Jentik): Kader Jumantik yang telah dilatih melakukan pemantauan rutin ke rumah-rumah warga untuk memeriksa keberadaan jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air.
2. Tindakan Langsung (Tebar Abate): Apabila ditemukan jentik nyamuk, kader Jumantik tidak hanya memberi penyuluhan, tetapi langsung menebarkan bubuk abate (larvasida) ke dalam penampungan air tersebut untuk mematikan jentik secara instan.
3. Pendampingan & Edukasi: Kader juga memberikan edukasi singkat kepada penghuni rumah tentang pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang plus tindakan pencegahan lain) dan cara menggunakan abate dengan benar.
Agus Rahmadi, Kepala Tata Usaha Puskesmas Medang, menjelaskan dukungan logistik dan administratif untuk program ini. “Kami telah menyiapkan distribusi abate dan alat pemantauan jentik (sentir) kepada kader di setiap desa. Pelatihan teknis juga telah diberikan agar kader mampu menjalankan peran ‘Juminten Jelita’ ini secara efektif dan aman,” ujar Agus.
Puji Prastyaning Amini, S.Kep, Ners, M.Kep., selaku Pj Surveilans, menambahkan bahwa pendekatan langsung ini diharapkan memutus siklus hidup nyamuk lebih cepat. “Dengan langsung menebar abate saat jentik ditemukan, kita memotong perkembangan nyamuk pada tahap paling rentan. Ini jauh lebih efektif daripada hanya memberi tahu dan menunggu warga bertindak sendiri, yang seringkali terlambat atau terlewat,” papar Puji.
Tujuan dan Harapan:
Program Juminten Jelita bertujuan untuk:
1. Meningkatkan cakupan dan efektivitas pemantauan jentik.
2. Mempercepat tindakan pengendalian larva nyamuk di lapangan.
3. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat melalui contoh langsung dari kader.
4. Menurunkan angka kesakitan DBD di wilayah kerja Puskesmas Medang.
Puskesmas Medang berharap inovasi “Juminten Jelita” ini dapat menjadi model yang efektif dalam pengendalian vektor DBD, mendorong kemandirian masyarakat, dan pada akhirnya menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas jentik nyamuk di Kecamatan Medang, Kabupaten Blora. Program ini juga merupakan wujud komitmen puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan promotif dan preventif yang inovatif di tingkat dasar.
Pewarta : Jayusman






