Pemkab Bojonegoro Berkolaborasi dengan TNI Gelar Pelatihan BUMDesa

BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Pemkab Bojonegoro terus berusaha mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) untuk ikut memberi kontribusi pada kesejahteraan warga. Berkolaborasi dengan TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), pemkab menggelar pelatihan pemberdayaan BUMDesa. Kegiatan dilakukan di Balai Desa Soko Kecamatan Temayang, Kamis (07/08/2025).

Komandan SST III Satgas TMMD, Letda Infantri M. Fathur Rozi menyampaikan bahwa TMMD ke-125 tahun 2025 di wilayah Kabupaten Bojonegoro merupakan gabungan 3 matra yakni matra darat, matra laut, dan matra udara. Tugasnya adalah melaksanakan kegiatan fisik dan nonfisik untuk membantu percepatan pembangunan di daerah pedesaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kegiatan fisik dan juga nonfisik termasuk di dalamnya program pelatihan pemberdayaan BUM Desa,” jelasnya.

BACA JUGA  Satreskrim Polres Bojonegoro Amankan Pelaku Dugaan Pembunuhan Sadis di Mushola

Dalam sambutannya, Kabid Ketahanan Masyarakat Desa/Kelurahan, Evie Octavia Marini, yang mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat tata kelola usaha, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola, serta membuka ruang inovasi dan kolaborasi antar desa.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mengoptimalkan peran BUM Desa sebagai penggerak utama ekonomi lokal berbasis potensi desa,” ungkapnya.

Dari 419 BUMDesa yang telah terbentuk di Kabupaten Bojonegoro, masih banyak yang menghadapi tantangan dalam pengembangan untuk bisa menjadi BUMDesa dengan klasifikasi Maju. Saat ini sebagian besar masih berada pada tahap pemula, perintis dan berkembang.

BACA JUGA  Kolaborasi Alam dan Inovasi, Bojonegoro Berdayakan Burung Hantu Demi Panen Bebas Hama

“Ini menjadi perhatian kita bersama untuk melakukan percepatan dan pendampingan intensif agar BUMDesa mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Evie.

Lewat pelatihan ini, pengelola BUMDesa diharapkan bisa mendorong program prioritas daerah, seperti percepatan penanganan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan desa, dan percepatan penurunan angka stunting. Salah satu program unggulan yang disoroti adalah Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) di Kabupaten Bojonegoro.

“Program ini dianggap sebagai solusi konkret untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, sekaligus mendukung ketahanan pangan. BUMDesa bisa menjalankan program ini sebagai unit usaha kolektif dengan nilai ekonomi yang tinggi,” tandasnya.

Pelatihan ini dihadiri oleh 36 peserta dari pengelola BUMDesa, yakni para direktur, bendahara, dan pengawas, se-Kecamatan Temayang. Mereka didorong menjajaki peluang kemitraan di bidang peternakan, khususnya ayam petelur.

BACA JUGA  Kompak, Babinsa Koramil Kanor Bojonegoro dan Warga Tambahrejo Cor Dek Lantai 2 Gedung MI Islamiyah

“Sinergi antara TMMD, pelatihan BUMDesa dan GAYATRI akan memperkuat posisi desa sebagai pusat perkembangan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara Camat Temayang, Basuki menyampaikan bahwa BUMDesa harus bisa terus mengembangkan usahanya termasuk yang telah mendapat BKK Pemberdayaan BUMDesa baik dari Kabupaten Bojonegoro maupun dari Provinsi Jawa Timur.

“Kedepan harus bisa berkolaborasi dengan KDMP guna mendukung peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Redaksi

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights