BLORA, dutaperistiwa.com – Di tengah suasana sore hari, Senin (1/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, ratusan warga Blora berkumpul di satu titik. Bukan sekadar ngopi biasa, namun pertemuan yang dihadiri sekitar 250 orang itu menjadi ajang kebersamaan sekaligus ruang diskusi untuk menjaga Blora tetap aman, nyaman, dan kondusif.
Obrolan hangat di sela cangkir kopi kemudian bergeser ke persoalan organisasi masyarakat Grib Jaya Blora. Setelah satu tahun berjalan tanpa kejelasan arah, para anggota dan kader akhirnya berembuk. Suasana penuh kekeluargaan itu melahirkan satu suara: perlunya perubahan agar ormas benar-benar bisa hadir di tengah masyarakat.
Nama Sugiyanto, ketua lama, disebut-sebut belum mampu memenuhi janji membesarkan Grib Jaya. Dari situlah muncul dorongan untuk menghadirkan sosok baru. Pilihan pun mengerucut pada Dwi Jatmiko, seorang figur yang dalam waktu singkat mampu menunjukkan kerja nyata.
Hanya dalam 14 hari, Dwi Jatmiko berhasil menyusun kepengurusan di 16 kecamatan se-Kabupaten Blora. Sebuah pencapaian yang sebelumnya dianggap mustahil, mengingat kepemimpinan lama hanya sanggup mengisi 11 kecamatan. Warga pun dibuat kagum sekaligus antusias melihat gerak cepat ini.
“Pak Jatmiko orangnya gesit, mau turun langsung, dan bisa merangkul semua. Itu yang membuat kami yakin,” ucap salah satu warga yang hadir dengan penuh semangat.
Kehangatan sore itu makin lengkap dengan kehadiran Sayuti, pembina Ormas Grib Jaya Reborn dari Semarang. Ia tampak terharu melihat kebersamaan warga Blora yang mendukung penuh kepemimpinan baru.
“Melihat masyarakat berkumpul, guyub, dan kompak memilih perubahan, saya merasa bangga. Inilah kekuatan sejati sebuah organisasi, ketika rakyatnya mau bersama-sama membesarkan,” ungkap Sayuti.
Sore ngopi bareng itu akhirnya bukan sekadar pertemuan biasa. Ia menjadi saksi lahirnya semangat baru untuk Grib Jaya Blora, sekaligus harapan besar agar organisasi ini benar-benar hadir sebagai perekat persatuan dan penjaga kondusivitas di tengah masyarakat.
Jayus






