PESAWARAN, dutaperistiwa.com –Puluhan warga Dusun Cimanuk Barat, Gang Sawah, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, bergotong royong secara swadaya memperbaiki jalan pertanian sepanjang kurang lebih 200 meter, Sabtu (04/10/2025). Aksi ini dilakukan karena jalan tersebut tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah desa, meski sudah bertahun-tahun diajukan.
Salah satu warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan, jalan gang sawah itu merupakan akses vital bagi para petani untuk keluar masuk mengangkut hasil panen. Namun, hingga kini belum pernah ada upaya pembangunan dari pemerintah desa.
“Jalan ini satu-satunya akses kami menuju sawah. Sudah puluhan tahun rusak parah dan tak pernah diperbaiki, padahal sudah sering kami usulkan ke Kepala Desa, Kadus, maupun Sekdes. Hanya diukur-ukur saja, tapi tidak ada realisasi. Seolah-olah pemerintah desa tutup mata terhadap warga Cimanuk Barat,” keluhnya.
Hal senada disampaikan Riki, warga lainnya. Ia membenarkan bahwa jalan tersebut sudah beberapa kali disurvei oleh aparatur desa, namun tak ada tindak lanjut nyata.
“Sudah sering disurvei dan diukur dari tahun ke tahun, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan. Pemerintah desa hanya memberi janji manis tanpa bukti. Sementara kami, warga, harus gotong royong sendiri memperbaikinya,” ujar Riki.
Menurut warga, kondisi jalan yang rusak berat sangat menghambat aktivitas para petani, terutama saat musim panen tiba. Mereka pun mempertanyakan transparansi penggunaan Dana Desa selama ini.
“Dana Desa itu kan untuk pembangunan masyarakat. Masa jalan sepanjang 200 meter saja tidak bisa diperbaiki? Kami curiga ada yang tidak beres dengan pengelolaannya,” tambah warga.
Warga Cimanuk Barat berharap Bupati Pesawaran turun tangan untuk memanggil dan mengevaluasi kinerja Kepala Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima. Mereka juga meminta aparat terkait untuk melakukan audit penggunaan Dana Desa karena diduga tidak transparan dan terindikasi adanya kejanggalan.
“Kami mohon agar pemerintah kabupaten segera menindaklanjuti. Sudah puluhan tahun kami menunggu, tapi belum juga ada perubahan. Padahal ini jalan utama para petani,” tutup warga.
Defa






