Peringatan HUT ke-112 Kota Malang; Momentum “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”

MALANG, dutaperistiwa.com – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang resmi digelar, Selasa (1/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM mengingatkan bahwa peringatan hari jadi Kota Malang ini sebagai momentum untuk kita maknai sebagai ruang refleksi sekaligus titik akselerasi. Refleksi untuk menilai apa yang telah kita capai, dan akselerasi untuk memastikan bahwa setiap langkah ke depan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas” menjadi tema yang melatari dalam gelaran rangkaian acara HUT ke-112 Kota Malang. Tema ini merupakan sebuah penegasan semangat dan komitmen bersama untuk terus melanjutkan langkah ke depan, menembus batasan, menuntaskan program pembangunan, dan menghadirkan Kota Malang yang semakin berkelas dalam berbagai aspek kehidupan.

 

“Karena kita menyadari bahwa perjalanan ke depan tidak akan semakin mudah. Tantangan global, perubahan sosial, serta dinamika perkotaan menuntut kita untuk terus bergerak cepat, tepat, dan terukur” ujar Wali Kota Wahyu Hidayat.

Lebih lanjut, Wali Kota Wahyu mengatakan bahwa semangat melintas harus kita maknai sebagai keberanian untuk menembus berbagai batas inovasi, teknologi, budaya, dan pembangunan, sekaligus tangguh menghadapi beragam tantangan; bergerak tuntas sebagai komitmen untuk menyelesai-kan setiap program pembangunan secara akuntabel. Semua itu ditegaskan dengan karakter “mbois berkelas”, yang menggambarkan identitas, jati diri Kota Malang sebagai kota yang keren, membanggakan, berstandar tinggi, serta tetap menjunjung nilai budaya, kreativitas, dan solidaritas warganya; tanpa kehilangan jati diri lokalnya.

BACA JUGA  Pesan dan Harapan Bupati Tuban Kepada Duta Koperasi Terpilih

Untuk diketahui, kondisi makro Kota Malang tahun 2025 menunjukkan kinerja yang positif. Diantaranya, IPM mencapai 85,55 (tertinggi kedua di Jawa Timur). Angka kemiskinan turun menjadi 3,85 persen. Tingkat pengangguran menurun menjadi 5,69 persen. Serta pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,92 persen.

Selain itu, sepanjang tahun 2025 hingga 2026, kota malang berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan. Baik di tingkat internasional, nasional, maupun regional. Pada tingkat internasional, kota malang meraih tiga penghargaan bergengsi, di antaranya sebagai kota kreatif dunia Unesco bidang Media Arts, Clean Air For Big Cities Awards, serta Clean Tourist City Standard. Kota malang juga berhasil meraih 37 penghargaan tingkat nasional, 29 penghargaan tingkat provinsi jawa timur, serta 2 penghargaan tingkat regional malang raya,

“Kami bersyukur bahwa di hari ulang tahun yang ke-112 ini, Pemerintah Kota Malang memang banyak menerima penghargaan. Tetapi sejatinya bukan penghargaan yang kami harapkan, tetapi memang bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai tuntutan kami, tanggung jawab kami dari Pemerintah Kota Malang untuk bisa menyejahterakan masyarakat Kota Malang,” ucap Wali Kota Wahyu

Wali Kota Wahyu juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran kepala daerah Malang Raya maupun jajaran Wali Kota Malang periode sebelumnya dalam upacara peringatan HUT ke-112 Kota Malang. Nampak hadir langsung, Bupati Malang; Drs. H.M. Sanusi, M.M., Wali Kota Batu, Nurochman, SH., MH. Wali Kota Malang periode 1998-2003, Kolonel Inf. H. Suyitno, Wali Kota Malang periode 2003-2008 dan 2008-2013, Drs. Peni Suparto, M.AP, Wali Kota Malang periode 2018-2023, Drs. H. Sutiaji, serta jajaran Forkopimda Koordinator dan Forkopimda Kota Malang.

“Tadi dihadiri oleh seluruh kepala daerah Malang Raya; Kabupaten Malang dan Wali Kota Batu, hadir. Ini memberikan satu bentuk bahwa Malang Raya ini sangat memberikan apresiasi terutama kepada Pemerintah Kota Malang yang hari ini berulang tahun,” ucap Wali Kota Wahyu.

Terakhir, Pada momen peringatan HUT ke-112 ini, juga ditandai dengan peluncuran dan penggunaan pakaian khas Kota Malang. Pakaian khas Kota Malang ini dirancang oleh desainer asli Kota Malang, dan mengandung filosofi perpaduan nilai-nilai lokal, sejarah, serta nuansa kolonial yang telah menjadi bagian dari perkembangan kota malang. juga dengan mengangkat unsur ikonik seperti tugu malang, bunga teratai, motif batik kawung dari biji kopi pecah, maupun sentuhan estetika klasik.

“Hari ini juga momen bersejarah juga mulai diberikan satu bentuk pakaian khas Kota Malang yang tadi filosofinya sudah dijelaskan. Bahwa ada nilai histori yang memang menjadikan Kota Malang ini mulai dari Wali Kota pertama yang pada orang Belanda sampai dengan hari ini. Dan ini semua telah tertuang dalam filosofi pakaian dan ini juga kearifan lokalnya juga sangat tinggi sekali karena ini berbasis budaya yang memang kearifan lokal asli Kota Malang,”urai Wali Kota Wahyu. (Yuni) 

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights