Pemkab Bojonegoro Melakukan Langkah Taktis Mitigasi Risiko Kekeringan Lahan Pertanian pada Musim Tanam III

BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat dalam memitigasi kekeringan guna mendukung pencernaan sektor pertanian pada Musim Tanam III (MT III). Langkah taktis ini diwujudkan melalui percepatan pembangunan, normalisasi embung dan waduk, pembersihan saluran pembuang (afvoer), serta perluasan jaringan irigasi baru yang tersebar luas di puluhan wilayah kecamatan.

Langkah ini bertujuan memastikan stabilitas pasokan udara bagi petani, meminimalkan penyusutan volume udara di sepanjang jaringan, dan menjaga ketahanan pangan daerah agar tetap tangguh menghadapi puncak musim kemarau.

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, menegaskan bahwa seluruh program intervensi infrastruktur udara ini didasarkan pada prinsip pemetaan wilayah yang tepat sasaran dan berorientasi jangka panjang. Pihaknya tidak hanya melakukan pemeliharaan rutin, tetapi melakukan langkah intervensi taktis dan adaptif. 

“MT III adalah periode krusial bagi para petani kita. Oleh karena itu, perluasan daya tampung air melalui optimalisasi embung, waduk, dan normalisasi sungai terus kami pacu agar debit air yang terbatas dapat terdistribusi secara adil dan lancar hingga ke ujung saluran (ujung saluran). Komitmen kami adalah meminimalkan risiko gagal panen dan menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat Bojonegoro,” ujarnya.

BACA JUGA  Pesona Waduk Sonorejo, Destinasi Wisata yang Hidupkan UMKM Lokal dan Tarik Pengunjung Setiap Hari

Secara rinci, berikut adalah agenda strategis terpadu yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro pada Tahun Anggaran 2026:

1. Optimalisasi Tampungan Air (Embung dan Waduk)

Untuk memperluas kapasitas cadangan air baku, Dinas PU SDA mengombinasikan pembangunan baru dengan revitalisasi infrastruktur yang ada:

* Menyelesaikan normalisasi Embung Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo; dan Embung Desa Pojok, Kecamatan Purwosari.

* Proses pengerjaan pembangunan Embung Baru di Desa Sumberagung (Kecamatan Dander), embung baru di Desa Woro (Kecamatan Kepohbaru), serta normalisasi embung Sumbergede (Kecamatan Kepohbaru).

BACA JUGA  Prosesi Pengambilan Api Warnai HJB ke-348 Bojonegoro, Lambang Semangat Tak Padam Membangun Daerah

* Rencana pembangunan Waduk Pasinan (Kecamatan Baureno), Waduk Watang (Kecamatan Tambakrejo), serta rehabilitasi Waduk Rowoglandang (Kecamatan Tambakrejo).

2. Akselerasi Normalisasi Sungai dan Saluran Pembuang (Afvoer)

Langkah ini efektif untuk memperbanyak kapasitas aliran air irigasi sekaligus memitigasi penampungan saat terjadi anomali cuaca:

* Normalisasi sungai di Desa Gondang dan Desa Senganten (Kecamatan Gondang), serta Desa Duyungan (Kecamatan Sukosewu).

* Proses pengerjaan normalisasi Sungai Gandong di Desa Ngrejeng (Kecamatan Purwosari), serta proses normalisasi saluran Aafvoer di tiga titik kritis, yaitu Desa Kayulemah (Kecamatan Sumberrejo), Desa Sidomulyo (Kecamatan Kedungadem), dan Desa Tinumpuk (Kecamatan Purwosari).

3. Ekspansi dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi

Guna memastikan air mengalir efisien tanpa banyak menyusut akibat rembesan atau sedimentasi, Dinas PU SDA melakukan penataan jaringan irigasi di berbagai kecamatan, meliputi:

* Pembangunan Saluran & Jaringan Irigasi Baru antara lain di Kecamatan Padangan (2 titik), Ngraho (2 titik), Kasiman (1 titik), Kedewan (1 titik), Bojonegoro (1 titik), Gondang (3 titik), Sekar (2 titik); Sumberrejo (3 titik); Balen (5 titik), Dander (2 titik), Trucuk (4 titik), Kalitidu (2 titik), Kanor (1 titik), Kedungadem (2 titik), Baureno (3 titik).

BACA JUGA  Bakorwil Bojonegoro Gelar Gerakan Pangan Murah, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

* Rehabilitasi Saluran Irigasi Eksisting meliputi pemulihan kinerja jaringan Kecamatan Dander (4 titik), Padangan (5 titik), Trucuk (1 titik), Tambakrejo (2 titik), Kedewan (1 titik), Bubulan (1 titik), Ngraho (1 titik).

Retno Wulandari berharap melalui kombinasi luas tampungan embung/waduk, pembersihan aliran sungai/afvoer, serta penataan jaringan irigasi yang masif lintas sektor ini, dapat membantu memenuhi kebutuhan kelancaran irigasi untuk pertanian.

Redaksi

Views: 0

Verified by MonsterInsights