BLORA, dutaperistiwa.com – Pada hari Selasa (04/06/2024) sekira pukul 05.00 wib, 2 (dua) unit truk thriller yang mengangkut beberapa barang yang diduga milik Pertamina Zona 11 yang melintas di Desa Sambong Kecamatan Sambong Kabupaten Blora ini dihadang beberapa warga desa setempat.
Pasalnya beberapa warga merasa geram kepada PT Pertamina karena tidak dilibatkannya warga dalam kegiatan ini entah menjadi flag man atau pengatur lalu lintas saat truk thriller ini melintas di Sambong atau bisa dipekerjakan di bagian yang lain.
Sebagaimana diketahui bersama bahwa hampir seluruh ruas jalan yang ada di Kabupaten Blora ini termasuk dalam kelas III, dimana sesuai spesifikasinya, kendaraan dengan panjang dan lebar tertentu yang diatur dalam regulasinya dan bermuatan lebih dari 8 ton tidak diperbolehkan melintas di jalan kelas III.
Setelah terjadi aksi penghadangan, warga bersama driver serta perwakilan security dari Distrik Ledok dipanggil oleh kepala desa di rumahnya dan dilakukan musyawarah dan bermediasi. Saat itu Yakub, perwakilan security dari Distrik Ledok berjanji akan mencoba mengkomunikasikan dengan pihak manajemen Pertamina EP Cepu.
Saat dikonfirmasi di rumahnya, Selasa siang (04/06/2024), Nyono (50), salah seorang warga yang turut serta dalam aksi penghadangan truk thriller yang melintas di desanya mengatakan bahwa dirinya bersama warga yang lain melakukan aksi penghadangan ini dikarenakan kesal atas tutup matanya Pertamina terhadap rusaknya jalan yang sering dilalui oleh alat berat ataupun kendaraan berat miliknya, sehingga sering terjadi kerusakan jalan, sebagaimana yang saat ini bisa dilihat di jalan sebelah utara makam desanya, dimana Pertamina hanya menggelar pedel untuk menutup jalan yang rusak, sehingga kemarin pas turun hujan, pedel itu malah membuat jalan semakin licin pasca turun hujan.
“Kami kecewa dengan Pertamina yang seolah tutup mata dengan kerusakan jalan yang sering dilewati kendaraan atau alat berat miliknya, saya dan para warga disini berharap Humas Pertamina bisa turun untuk menemui warga agar CSR maupun perbaikan jalan bisa direalisasikan dan jangan hanya angin surga saja, ” Ucap Kumbang, panggilan akrab Nyono kesal.
Sementara itu, salah seorang warga yang lain, Tulus (23) sependapat dengan Nyono, bahwa apa yang dilakukan oleh dirinya dan warga yang lain semata-mata untuk membuka mata Pertamina agar mereka lebih jeli dan aspiratif atas keluhan warga dan terkait truk thriller yang melintas di jalan sekecil ini, apakah hal tersebut dibenarkan secara aturan.
Yakub, salah seorang security Pertamina Distrik Ledok saat ditemui di rumah Nyono mengatakan bahwa ini bukan moving melainkan hanya loading dimana beberapa alat yang sudah tidak terpakai di seluruh wilayah zona 11 diangkut menuju yard yang ada di Ledok, setidaknya nanti ada kurang lebih 100 an unit yang akan melintas disini.
“Ini bukan moving mas, ini hanya loading, dimana barang atau alat milik Pertamina yang sudah tidak terpakai/limbah kita kumpulkan di satu titik di yard sini (Ledok-Red) dan perkiraan nantinya akan ada 100 an unit, atau kalau pengin jelas besok kita pertemukan dengan Mas Amar selaku penanggung jawab kegiatan ini, ” Ucap Yakub kepada awak media ini, Selasa (04/06/2024).
Hari Rabu (05/06/2024), sesuai kesepakatan awak media ini bersama warga dan Yakub bertemu di sebuah warung yang ada di depan Kantor PT Pertamina EP Cepu Field. Dalam keterangannya Amar malah membantah apa yang sebelumnya disampaikan oleh Yakub, bahwa informasi tentang ratusan unit yang akan melintas ke Ledok adalah hoaks.
“Saya selaku pihak yang merencanakan dan menangani kegiatan ini saya pastikan informasi itu adalah hoaks, dan memang hanya 2 unit itu saja yang kemarin melintas disini dan tidak ada lagi loading, ” Ucap Amar, Rabu (05/06/2024).
Nyono (50), sangat menyayangkan atas ketidaksinkronan informasi yang dirinya dan kawan-kawan terima, dimana kemarin baru saja disampaikan oleh Yakub bahwa ada ratusan unit nantinya, namun tadi Amar menyampaikan bahwa itu hoaks. Dirinya dan warga yang lain malah menjadi bertanya-tanya ada apa ini, apakah ini hanya untuk mengelabui warga.
“Aneh, bagaimana mungkin informasi yang kita terima bisa berubah secepat kilat, padahal informasi awal tersebut juga dari Pak Yakub langsung, tapi dari pihak lain mengatakan informasi itu hoaks, terus kita harus percaya informasi yang mana? Atau apakah ini hanya untuk mengelabui kita sebagai warga, sehingga mereka bisa keluar masuk dengan leluasa? “Ucap Nyono kesal.
Tulus (23), menegaskan akan tetap melanjutkan aksi ini jika memang nantinya masih ada truk thriller yang melintas keluar masuk di desanya. Dirinya dengan tegas mengatakan, ” Lihat itu jalan yang sering anda lewati, disebelah utara makam kakek saya yang hanya anda tutup dengan pedel, dan hari Senin kemarin saya hampir terjatuh pas saya melintas setelah turun hujan yang cukup deras meski cuma sebentar. “Ucapnya geram. (Goen)






