BLORA, dutaperistiwa.com – Sejumlah warga Desa Sambong Kecamatan Sambong Kabupaten Blora akhir-akhir ini mulai meradang, pasalnya mereka merasa tidak dianggap sebagai warga, dimana sejak tiga atau empat bulan yang lalu tiba-tiba Pemerintah Desa Sambong merekrut tenaga operator atau staf desa dari luar warga. Kabarnya seseorang berinisial SL yang tahu-tahu diangkat oleh pemdes Sambong tersebut adalah warga Lingkungan Wonorejo Kelurahan Cepu.
Mendapatkan informasi ini, wartawan media dutaperistiwa.com mencoba menklarifikasi ke Maimun, Sekretaris Desa Sambong melalui akun WAnya pada Rabu (11/09/2024), namun hingga berita ini ditulis, chat tersebut hanya dibaca saja oleh sekdes tanpa dibalas.
Salah seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya ketika dikonfirmasi hanya mengatakan bahwa dirinya tidak tahu karena tidak ada musyawarah sebelumnya, namun tiba-tiba di kantor ada tenaga baru dan ternyata bukan dari warga setempat.
“Tidak tahu mas, pokok sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu berbarengan sejak digulirkannya program PTSL di desa ini, SL sudah ikut aktif bekerja di kantor, dan sebelumnya tidak ada musyawarah ataupun pemberitahuan kepada kami, apalagi personil perangkat desa di kantor saya anggap sudah full dan sudah cukup. ” Ucap perangkat desa yang mewanti-wanti untuk tidak menyebut namanya.
AR, salah seorang warga Desa Sambong sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh pemdes, dirinya mengatakan, “kalau hanya sekedar mengoperasikan komputer saya yakin warga Sambong masih banyak yang bisa, mau puluhan atau ratusan saya yakin ada, tapi ini koq aneh, merekrut staf desa tanpa musyawarah, dan yang lebih parahnya lagi adalah orang tersebut bukan warga desa sini, apa dikira warga Desa Sambong tidak ada yang mampu? “Ucap AR geram, saat ditemui di sebuah warung kopi, Rabu (11/09/2024).
Beberapa warga dan pemuda sangat menyayangkan langkah pemdes yang dianggap gegabah dalam hal ini dan warga tetap tidak terima dengan adanya rekrutmen ini, dan beberapa warga tersebut akan melakukan aksi jika pemdes tidak segera mengganti staf desa yang dari luar tersebut dengan warga Desa Sambong sendiri. (Goen)






