Mbah Dipo: Masyarakat Akan Melakukan Aksi Atas Adanya Banjir di Desa Jurangjero

OPINI, dutaperistiwa.com – Masyarakat Desa Jurangjero, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, bersiap menggelar aksi protes menyusul ketiadaan respons pemerintah setempat terhadap tiga kali bencana banjir yang melanda wilayah mereka dalam kurun waktu terakhir. Tokoh masyarakat setempat, Mbah Dipo, menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas kelambanan penanganan dari pihak berwenang, terutama petugas pengelola embung di desa tersebut.

Banjir Berulang, Warga Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Banjir yang terjadi sebanyak tiga kali dalam beberapa bulan terakhir telah menyebabkan beberapa kerusakan pada puluhan rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur desa. Sementara sawah dan ternak ikut terendam air. “Kami sudah melaporkan kondisi ini ke pemerintah desa hingga kabupaten, tetapi tidak ada tindakan nyata. Bahkan petugas embung yang seharusnya menjaga saluran air juga tidak bekerja maksimal,” ujar Mbah Dipo dengan nada kesal.

BACA JUGA  Ironi Hari Kemerdekaan RI, Pers Berhadapan dengan Pembungkaman Secara Digital

Embung, yang menjadi sumber pengairan utama desa, diduga tidak dikelola dengan baik. Menurut warga, pintu air sering kali dibiarkan tertutup saat hujan deras, sehingga aliran air hujan tidak bisa mengalir ke embung dan yang terjadi malah menggenangi lingkungan. “Ini kelalaian yang tidak bisa dibiarkan. Kami sudah menderita cukup lama,” tambahnya.

Aksi Damai Akan Digelar Jika Pemerintah Tetap Abai

Mbah Dipo mengungkapkan, rencana aksi akan dijalankan secara damai jika dalam waktu dekat tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk mengevaluasi pengelolaan embung dan memperbaiki sistem drainase desa. Aksi tersebut direncanakan melibatkan puluhan warga dan akan digelar di depan kantor kecamatan maupun kabupaten. “Kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai bencana keempat datang dan kami kembali menjadi korban,” tegasnya.

BACA JUGA  Pagelaran Seni Ketoprak Wono Budoyo Meriahkan Sedekah Bumi Desa Sendangwungu

Warga juga mendesak pemerintah untuk memberikan bantuan darurat bagi korban banjir serta membentuk tim independen guna menyelidiki penyebab banjir berulang. “Kalau perlu, kami akan temui Bupati Blora langsung. Ini sudah darurat,” ucap Mbah Dipo.

Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Blora atau pihak terkait mengenai tuntutan warga. Masyarakat berharap langkah protes ini dapat membuka mata pemerintah agar segera turun tangan menyelesaikan masalah yang telah mengancam stabilitas ekonomi dan kesehatan warga Jurangjero.

“Kami tidak ingin mengangkat isu ini ke tingkat nasional, tetapi jika dibutuhkan, kami siap memperjuangkan hak kami sampai akhir, dan alhamdulillah tadi kami sudah mendapatkan angin segar dari Bapak Sekda bahwa pemkab akan segera turun tangan untuk membantu mengatasi hal ini, ” tutup Mbah Dipo.

BACA JUGA  Nyadran di Desa Beged, Tampilkan Hiburan Seni Kethoprak Taruno Budoyo

Laporan oleh: Mbah Dipo (Tokoh Masyarakat Desa Jurangjero)
Editor: (Jay) 


Catatan: Artikel ini dibuat berdasarkan keterangan langsung dari Mbah Dipo sebagai perwakilan warga Desa Jurangjero. Data dan kronologi kejadian diverifikasi melalui wawancara dengan sejumlah warga terdampak.

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights