BOJONEGORO I DUTA PERISTIWA – Operasional Rig Service milik PT Elnusa yang saat ini bekerja di bawah kontrak PT Pertamina EP Field Cepu untuk kegiatan perawatan sumur minyak di wilayah Distrik Kawengan, Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, tengah menjadi sorotan sebagian masyarakat setempat.
Pasalnya, selain muncul keluhan terkait proses rekrutmen tenaga kerja non-skill dan tenaga keamanan (security), beredar pula dugaan adanya praktik “Ghost Employee” atau karyawan fiktif dalam operasional rig tersebut.
Sebagaimana lazimnya kegiatan pengeboran maupun service sumur migas, sebelum pelaksanaan pekerjaan pihak perusahaan melalui divisi hubungan masyarakat (Humas) melakukan sosialisasi kepada masyarakat prioritas sebagai pemangku wilayah (stakeholder) yang secara langsung berkepentingan terhadap keberlangsungan proyek.
Namun, setelah kurang lebih satu tahun beroperasi di wilayah Kawengan, sejumlah pemuda dan masyarakat setempat mulai mempertanyakan transparansi dalam proses perekrutan tenaga kerja lokal.
Menurut informasi yang berkembang di tengah masyarakat, terdapat dugaan ketidakadilan dalam perekrutan tenaga security karena sebagian tenaga keamanan disebut berasal dari luar wilayah prioritas. Selain itu, muncul pula isu adanya tenaga bantuan keamanan lokasi (Banlok) yang namanya tercantum dalam daftar tenaga kerja, namun diduga tidak pernah terlihat menjalankan tugas di lapangan.
Berangkat dari informasi tersebut, awak media Duta Peristiwa melakukan penelusuran dan menghimpun keterangan dari salah seorang pekerja yang terlibat dalam operasional rig.
Sumber yang meminta identitasnya disamarkan dan disebut sebagai GH mengaku kecewa dengan kebijakan perekrutan tenaga keamanan.
“Terus terang saya sangat kecewa dengan perekrutan tenaga security. Menurut saya, seharusnya tenaga itu diambil dari wilayah kita sendiri. Masa operasional rig berada di wilayah kita, tapi tenaga security justru diambil dari luar wilayah. Itu yang membuat masyarakat bertanya-tanya,” ujar GH.
Lebih lanjut, GH mengaku mendengar adanya dua nama tenaga Banlok yang sejak awal operasional hingga saat ini tidak pernah terlihat bekerja di lokasi.
“Yang membuat saya lebih bingung, ada dua nama tenaga Banlok yang dari awal rig beroperasi sampai sekarang tidak pernah terlihat orangnya. Saya heran, jangan sampai ada permainan dalam manajemen. Ini yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.
Humas Elnusa Bantah Ada Tenaga Fiktif
Menanggapi dugaan tersebut, Humas Rig Elnusa, Irvan, saat dikonfirmasi awak Duta Peristiwa pada Jumat (06/06/2026), membantah adanya tenaga kerja fiktif dalam operasional rig.
“Sepengetahuan saya di lokasi tidak ada tenaga fiktif. Tolong informasinya disampaikan secara detail dan jelas,” ujarnya.
Terkait proses perekrutan tenaga security yang juga menjadi sorotan masyarakat, Irvan menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen telah dilakukan secara terbuka dan transparan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Menurut saya semua sudah berproses secara transparan dan terbuka,” tambahnya singkat.
Perlu Klarifikasi dan Transparansi
Dugaan adanya Ghost Employee tentu menjadi persoalan serius apabila benar terjadi. Dalam praktiknya, ghost employee merupakan modus penyimpangan penggajian dengan memasukkan nama seseorang yang tidak bekerja atau tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya, namun tetap menerima pembayaran gaji atau honor.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, dugaan tersebut masih sebatas informasi dan keterangan dari sejumlah pihak yang perlu diverifikasi lebih lanjut. Oleh karena itu, transparansi dari pihak perusahaan sangat diperlukan guna menghindari munculnya spekulasi dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar wilayah operasional.
Masyarakat berharap pihak manajemen Rig Elnusa dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait mekanisme rekrutmen tenaga kerja lokal maupun keberadaan tenaga Banlok yang menjadi perbincangan di tengah warga, sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. (Marlik)
Duta Peristiwa akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak terkait demi keberimbangan informasi.






